Hifidz Indonesia Ditegur KPI

SEPERTI tahun-tahun sebelumnya, sejumlah program
khusus Ramadhan mendapat teguran tertulis dari Komisi
Penyiaran Indonesia (KPI).
Pada 15 Juli 2013, KPI melayangkan surat teguran tertulis
pada antv (Sahurnya Pesbukers), Trans 7 (Sahurnya OVJ),
dan RCTI (Hafidz Indonesia).
Lawakan yang dianggap kasar membuat Sahurnya
Pesbukers dan Sahurnya OVJ kena tegur.
Pelanggaran Sahurnya Pesbukers terjadi pada tayangan
10 Juli 2013. Dilansir situs KPI, Selasa (16/7) adegan yang
melecehkan orang dan/atau masyarakat dengan kondisi
fisik tertentu serta pelanggaran terhadap norma
kesopanan, di antaranya: 1.) Sapri berkata kepada Andika
yang menggendong Daus Mini “Tadi gue lihat lu bawa
monyet tiga, sekarang tinggal satu”; 2.) Eko berkata
tentang Daus Mini, “Ganteng-ganteng dibilang monyet…
Itu bukan monyet … (tapi) nying-nying."
Sementara dalam Sahurnya OVJ, KPI menemukan
pelanggaran pada episode 12 Juli 2013. Pelanggaran yang
dimaksud berupa adegan Desta yang mengolok-olok pria
berbaju kuning dengan kondisi fisik tertentu (memiliki
gigi tonggos) dengan sebutan “saringan pasir”.
Selanjutnya, Andre berkata, “Ini bukan saringan pasir, ini
bukaan botol”. Selain itu, ditampilkan adegan Andre yang
berkata tentang Nunung, “No, there is no my future wife,
there is balon gas”.
Untuk program Hafidz Indonesia, bukan lawakan yang
dipersoalkan. Dalam tayangan 9 Juli 2013, terdapat
adegan close up seorang anak yang tampak buang air
kecil saat ia menjadi peserta program tersebut. Kamera
menyorot celana anak tersebut yang tampak basah. Jenis
pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran
terhadap perlindungan anak dan norma kesopanan.
(ray/ade)